PERKEMBANGAN TABEL PERIODIK UNSUR
1. Hukum Triade Dobereiner
Pada tahun 1829, Johan Wolfgang
Dobereiner, seorang professor kimia di Jerman, mengemukakan bahwa
massa atom relatif Strontium sangat dekat dengan massa rata-rata dari dua unsur
lain yang mirip dengan strontium, yaitu Kalsium dan Barium. Dobereiner juga
menemukan beberapa kelompok unsur lain seperti itu. Karena itu, Dobereiner
mengambil kesimpulan bahwa unsur-unsur dapat dikelompokkan ke dalam
kelompok-kelompok tiga unsur yang disebutnya Triade. Akan tetapi,
Dobereiner belum berhasil menunjukkan cukup banyak triade sehingga aturan
tersebut bermanfaat.
Penggambaran
Triade Doberainer adalah sebagai berikut :
TRIADE
Ar
Rata-rata Unsur ditengah
Kalsium
40
Stronsium
?
Barium
137
Meskipun
gagasan yang dikemukakan oleh Dobereiner selanjutnya gugur (tidak berhasil),
tetapi hal tersebut merupakan upaya yang pertama kali dilakukan dalam
menggolongkan unsur.
2. Hukum Oktaf Newlands
Pada tahun 1866, John A.R Newlands seorang
ahli kimia berkebangsaan Inggris mengemukakan bahwa unsur-unsur yang disusun
berdasarkan urutan kenaikan massa atomnya mempunyai sifat yang akan berulang
tiap unsur kedelapan. Artinya, unsur pertama mirip dengan unsur kedelapan,
unsur kedua mirip dengan unsur kesembilan, dan seterusnya.
Sifat keperiodikan unsur berdasarkan
urutan kenaikan massa atom setiap kelipatan delapan dinamakanhukum oktaf. Saat
itu, baru ditemukan 60 unsur. Gas mulia tidak termasuk dalam pengelompokan
sistem oktaf karena belum ditemukan .
Berikut
ini disampaikan pengelompokan unsur berdasarkan hukum oktaf Newlands, yaitu
sebagai berikut :
H
F
Cl
Co/Ni
Br
Pd
I
Pt
Li
Na
K
Cu
Rb
Ag
Cs
Tl
Be
Mg
Ca
Zn
Sr
Cd
Ba/V
Pb
B
Al
Cr
Y
Ce/La
U
Ta
Th
C
Si
Ti
In
Zr
Sn
W
Hg
N
P
Mn
As
Di/Mo
Sb
Nb
Bi
O
S
Fe
Se
Ro/Ru
Te
Au
Os
Beberapa
unsur ditempatkan tidak urut sesuai massanya dan terdapat dua unsur yang
ditempatkan di kolom yang sama karena kemiripan sifat.
3. Sistem Periodik Mendeleyev
Pada tahun 1869, Dmitri Ivanovich
Mendeleyev seorang ahli kimia berkebangsaan Rusia menyusun 65 unsur
yang sudah dikenal pada waktu itu. Mendeleev mengurutkan unsur-unsur
berdasarkan kenaikan massa atom dan sifat kimianya.
Pada waktu yang sama, Julius
Lothar Meyer membuat susunan unsur-unsur seperti yang dikernukakan
oleh Mendeleyev. Hanya saja, Lothar Meyer menyusun unsur-unsur tersebut
berdasarkan sifat fisiknya. Meskipun ada perbedaan, tetapi keduanya
menghasilkan pengelompokan unsur yang sama.
Mendeleyev menyediakan kotak kosong untuk
tempat unsur-unsur yang waktu itu belum ditemukan, seperti unsur dengan nomor
massa 44, 68, 72, dan 100. Mendeleyev telah meramal sifat-sifat unsur tersebut
dan ternyata ramalannya terbukti setelah unsur-unsur tersebut ditemukan.
Susunan unsur-unsur berdasarkan hukum Mendeleev disempurnakan dan dinamakan sistem
periodik Mendeleyev.
Sistem periodik Mendeleev terdiri
atas golongan (unsur-unsur yang terletak dalam satu kolom) danperiode (unsur-unsur
yang terletak dalam satu baris). Tabel sistem periodik Mendeleyev yang
dibuat adalah sebagai berikut :
Periode
Gol.I
Gol.II
Gol.III
Gol.IV
Gol.V
Gol.VI
Gol.VII
Gol.VIII
1
H 1
2
Li 7
Be 9,4
B 11
C 12
N 14
O 16
F 19
3
Na 23
Mg 24
Al 27,3
Si 28
P 31
S 32
C 35,5
4
K 39
Ca 40
? (44)
Ti 48
V 51
Cr 52
Mn 55
Fe 56, Co 59
Ni 59, Cu 63
5
Cu 63
Zn 65
? (68)
? (72)
As 75
Se 78
Br 80
6
Rb 86
Sr 87
?Yt 88
Zr 90
Nb 94
Mo 96
? (100)
Ru 104, Rh 104
Pd 106, Ag 108
7
Ag 108
Cd 112
In 115
Sn 118
Sb 122
Te 125
I 127
?
8
Cs 133
Ba 137
?Di 138
?Ce 140
?
?
?
9
?
?
?
?
?
?
?
10
?
?
?Er 178
?La 180
Ta 182
W 184
?
Os 195, Ir 197
11
Au 199
Hg 200
Tl 204
Pb 207
Bi 208
?
?
Pt 198, Au 199
12
?
?
?
Th 231
?
U 240
?
4. Pengelompokan Unsur Berdasarkan
Sistem Periodik Modern
Sistem
periodik Mendeleyev dikemukakan sebelum penemuan teori struktur atom, yaitu
partikel-partikel penyusun atom. Partikel penyusun inti atom yaitu proton dan
neutron, sedangkan elektron mengitari inti atom. Setelah partikel-partikel
penyusun atom ditemukan, ternyata ada beberapa unsur yang mempunyai jumlah
partikel proton atau elektron sama, tetapi jumlah neutron berbeda. Unsur
tersebut dikenal sebagai isotop. Jadi, terdapat atom yang mempunyai jumlah
proton dan sifat kimia sama, tetapi massanya berbeda karena massa proton dan
neutron menentukan massa atom.
Dengan
demikian, sifat kimia tidak ditentukan oleh massa atom, tetapi ditentukan oleh
jumlah proton dalam atom tersebut. Jumlah proton digunakan sebagai nomor atom
unsur dan unsur- unsur disusun berdasarkan kenaikan nomor atom.
Ternyata,
kenaikan nomor atom cenderung diikuti dengan kenaikan massa atomnya.
Keperiodikan sifat fisika dan kimia unsur
disusun berdasarkan nomor atomnya. Pernyataan tersebut disimpulkan berdasarkan
hasil percobaan Henry Moseley pada tahun 1913. Sistem periodik
yang telah dikemukakan berdasarkan percobaan Henry Moseley merupakan sistem
periodik modern dan masih digunakan hingga sekarang.
Sistem
periodik unsur modern merupakan modifikasi dari sistem periodik Mendeleyev.
Perubahan dan penyempumaan dilakukan terhadap sistern periodik Mendeleyev
terutama setelah penemuan unsur-unsur gas mulia. Mendeleyev telah meletakan
dasar-dasar yang memungkinkan untuk perkembangan sistem periodik unsur.
5. Golongan dan Periode Unsur dalam
Tabel Sistem Periodik Unsur Modern
Unsur-unsur dalam tabel sistem periodik
modern disusun berdasarkan kenaikan nomor atom. Karena sistem periodik yang
disusun berbentuk panjang, maka tabel periodik yang sekarang ini disebut tabel
periodik panjang. Terkadang disebut pula tabel periodik modern, dikarenakan
disusun oleh konsep-konsep yang sudah modern.
Berbeda
dengan tabel periodik Mendeleyev, karena berbentuk pendek, maka sering disebut
sistem periodik pendek. Pada sistem periodik bentuk panjang, sifat unsurnya
merupakan fungsi periodik dari nomor atomnya. Hal ini berarti bahwa sifat unsur
tergantung dari nomor atomnya.
Pada tabel periodik bentuk panjang, juga
dikenal istilah periode dan golongan. Penyusunan unsur dengan arah mendatar ke
kanan disebut periode, sedangkan penyusunan unsur dengan arah ke
bawah disebut golongan. Tabel periodik bentuk panjang terdiri
atas 7 periode dan 8 golongan. Adapun tampilan
fisik tabel Sistem Periodik Modern, adalah sebagai berikut periode
dibedakan menjadi periode pendek dan periode panjang, sedangkan golongan
dibedakan menjadi golongan A (golongan utama) dan golongan B (golongan
transisi). Periode pendek mencakup periode 1 (terdiri dari 2 unsur), periode 2
(terdiri dari 8 unsur) dan periode 3 (terdiri dari 8 unsur). Sedangkan periode
panjang mencakup periode 4 sampai dengan periode 7.
a. Golongan
Golongan unsur pada sistem periodik unsur
modern disusun berdasarkan jumlah elektron valensi(elektron yang terletak
pada kulit terluar). Unsur dalam satu golongan mempunyai sifat yang
cenderung sama dan ditempatkan dalam arah vertikal (kolom).
Pada
sistem periodik unsur modern, golongan dibagi menjadi 18 berdasarkan aturan
IUPAC. Berdasarkan aturan Amerika, sistem periodik unsur modern dibagi dua
golongan yaitu golongan A dan B. Jadi, golongan unsur dari kiri ke kanan ialah
IA, IIA, 11113, IVB, VB, VIB, VIIB, VIIIB, IB, 1113, IIIA, IVA, VA, VIA, VIIA,
dan VIIIA. Umumnya, digunakan pembagian golongan menjadi A dan B.
Golongan
unsur pada sistem periodik unsur modern mempunyai nama khusus yaitu sebagai
berikut :
Golongan
Nama Khusus
Unsur-unsur
IA
1
Alkali
Li, Na, K, Rb, Cs, dan Fr
IIA
2
Alkali Tanah
Be, Mg, Ca, Sr, Ba, dan Ra
IIIA
13
Boron
B, Al, Ga, In, dan Tl
IVA
14
Karbon
C, Si, Ge, Sn, dan Pb
VA
15
Nitrogen
N, P, As, Sb, dan Bi
VIA
16
Oksigen
O, S, Se, Te, dan Po
VIIA
17
Halogen
F, Cl, Br, I, dan At
VIIIA
18
Gas Mulia
He, Ne, Ar, Kr, Xe, dan Rn
b. Periode
Periode unsur pada sistem periodik unsur
modem disusun dalam arah horisontal (baris) untuk
menunjukkan kelompok unsur yang mempunyai jumlah kulit sama.
Sistem
periodik bentuk panjang terdiri atas 7 periode sebagai berikut :
1)
Periode 1 = periode sangat pendek berisi 2 unsur, yaitu H dan He
2)
Periode 2 = periode pendek berisi 8 unsur
3)
Periode 3 = periode pendek berisi 8 unsur
4)
Periode 4 = periode panjang berisi 18 unsur
5)
Periode 5 = periode panjang berisi 18 unsur
6)
Periode 6 = periode sangat panjang berisi 32 unsur
7)
Periode 7 = periode yang unsur-unsurnya belum lengkap berisi 30 unsur
Pada
periode 6 termasuk periode sangat panjang, yaitu berisi 32 unsur.
Golongan
IIIB periode 6 berisi 14 unsur dengan sifat mirip yang dinamakan golongan
lantanida.
Begitu
juga golongan IIIB periode 7 berisi 14 unsur dengan sifat mirip dinamakan
golongan aktinida.
Unsur golongan aktinida dan lantanida
biasanya dituliskan terpisah di bawah. Golongan lantanida dan aktinida
disebut golongan transisi dalam.
6. Penetapan Golongan dan Periode
Golongan
dan periode dapat ditentukan dengan cara menuliskan konfigurasi elektron.
Konfigurasi elektron adalah penataan elektron dalarn atom yang ditentukan
berdasarkan jumlah elektron.
Pada
konfigurasi elektron, jumlah elektron valensi menunjukkan nomor golongan,
sedangkan jumlah kulit yang sudah terisi elektron (n terbesar) menunjukkan
periode.
PERKEMBANGAN TABEL PERIODIK UNSUR
1. Hukum Triade Dobereiner
Pada tahun 1829, Johan Wolfgang
Dobereiner, seorang professor kimia di Jerman, mengemukakan bahwa
massa atom relatif Strontium sangat dekat dengan massa rata-rata dari dua unsur
lain yang mirip dengan strontium, yaitu Kalsium dan Barium. Dobereiner juga
menemukan beberapa kelompok unsur lain seperti itu. Karena itu, Dobereiner
mengambil kesimpulan bahwa unsur-unsur dapat dikelompokkan ke dalam
kelompok-kelompok tiga unsur yang disebutnya Triade. Akan tetapi,
Dobereiner belum berhasil menunjukkan cukup banyak triade sehingga aturan
tersebut bermanfaat.
Penggambaran
Triade Doberainer adalah sebagai berikut :
|
TRIADE
|
Ar
|
Rata-rata Unsur ditengah
|
|
Kalsium
|
40
|
|
|
Stronsium
|
?
|
|
|
Barium
|
137
|
Meskipun
gagasan yang dikemukakan oleh Dobereiner selanjutnya gugur (tidak berhasil),
tetapi hal tersebut merupakan upaya yang pertama kali dilakukan dalam
menggolongkan unsur.
2. Hukum Oktaf Newlands
Pada tahun 1866, John A.R Newlands seorang
ahli kimia berkebangsaan Inggris mengemukakan bahwa unsur-unsur yang disusun
berdasarkan urutan kenaikan massa atomnya mempunyai sifat yang akan berulang
tiap unsur kedelapan. Artinya, unsur pertama mirip dengan unsur kedelapan,
unsur kedua mirip dengan unsur kesembilan, dan seterusnya.
Sifat keperiodikan unsur berdasarkan
urutan kenaikan massa atom setiap kelipatan delapan dinamakanhukum oktaf. Saat
itu, baru ditemukan 60 unsur. Gas mulia tidak termasuk dalam pengelompokan
sistem oktaf karena belum ditemukan .
Berikut
ini disampaikan pengelompokan unsur berdasarkan hukum oktaf Newlands, yaitu
sebagai berikut :
|
H
|
F
|
Cl
|
Co/Ni
|
Br
|
Pd
|
I
|
Pt
|
|
Li
|
Na
|
K
|
Cu
|
Rb
|
Ag
|
Cs
|
Tl
|
|
Be
|
Mg
|
Ca
|
Zn
|
Sr
|
Cd
|
Ba/V
|
Pb
|
|
B
|
Al
|
Cr
|
Y
|
Ce/La
|
U
|
Ta
|
Th
|
|
C
|
Si
|
Ti
|
In
|
Zr
|
Sn
|
W
|
Hg
|
|
N
|
P
|
Mn
|
As
|
Di/Mo
|
Sb
|
Nb
|
Bi
|
|
O
|
S
|
Fe
|
Se
|
Ro/Ru
|
Te
|
Au
|
Os
|
Beberapa
unsur ditempatkan tidak urut sesuai massanya dan terdapat dua unsur yang
ditempatkan di kolom yang sama karena kemiripan sifat.
3. Sistem Periodik Mendeleyev
Pada tahun 1869, Dmitri Ivanovich
Mendeleyev seorang ahli kimia berkebangsaan Rusia menyusun 65 unsur
yang sudah dikenal pada waktu itu. Mendeleev mengurutkan unsur-unsur
berdasarkan kenaikan massa atom dan sifat kimianya.
Pada waktu yang sama, Julius
Lothar Meyer membuat susunan unsur-unsur seperti yang dikernukakan
oleh Mendeleyev. Hanya saja, Lothar Meyer menyusun unsur-unsur tersebut
berdasarkan sifat fisiknya. Meskipun ada perbedaan, tetapi keduanya
menghasilkan pengelompokan unsur yang sama.
Mendeleyev menyediakan kotak kosong untuk
tempat unsur-unsur yang waktu itu belum ditemukan, seperti unsur dengan nomor
massa 44, 68, 72, dan 100. Mendeleyev telah meramal sifat-sifat unsur tersebut
dan ternyata ramalannya terbukti setelah unsur-unsur tersebut ditemukan.
Susunan unsur-unsur berdasarkan hukum Mendeleev disempurnakan dan dinamakan sistem
periodik Mendeleyev.
Sistem periodik Mendeleev terdiri
atas golongan (unsur-unsur yang terletak dalam satu kolom) danperiode (unsur-unsur
yang terletak dalam satu baris). Tabel sistem periodik Mendeleyev yang
dibuat adalah sebagai berikut :
|
Periode
|
Gol.I
|
Gol.II
|
Gol.III
|
Gol.IV
|
Gol.V
|
Gol.VI
|
Gol.VII
|
Gol.VIII
|
|
1
|
H 1
|
|||||||
|
2
|
Li 7
|
Be 9,4
|
B 11
|
C 12
|
N 14
|
O 16
|
F 19
|
|
|
3
|
Na 23
|
Mg 24
|
Al 27,3
|
Si 28
|
P 31
|
S 32
|
C 35,5
|
|
|
4
|
K 39
|
Ca 40
|
? (44)
|
Ti 48
|
V 51
|
Cr 52
|
Mn 55
|
Fe 56, Co 59
|
|
Ni 59, Cu 63
|
||||||||
|
5
|
Cu 63
|
Zn 65
|
? (68)
|
? (72)
|
As 75
|
Se 78
|
Br 80
|
|
|
6
|
Rb 86
|
Sr 87
|
?Yt 88
|
Zr 90
|
Nb 94
|
Mo 96
|
? (100)
|
Ru 104, Rh 104
|
|
Pd 106, Ag 108
|
||||||||
|
7
|
Ag 108
|
Cd 112
|
In 115
|
Sn 118
|
Sb 122
|
Te 125
|
I 127
|
?
|
|
8
|
Cs 133
|
Ba 137
|
?Di 138
|
?Ce 140
|
?
|
?
|
?
|
|
|
9
|
?
|
?
|
?
|
?
|
?
|
?
|
?
|
|
|
10
|
?
|
?
|
?Er 178
|
?La 180
|
Ta 182
|
W 184
|
?
|
Os 195, Ir 197
|
|
11
|
Au 199
|
Hg 200
|
Tl 204
|
Pb 207
|
Bi 208
|
?
|
?
|
Pt 198, Au 199
|
|
12
|
?
|
?
|
?
|
Th 231
|
?
|
U 240
|
?
|
4. Pengelompokan Unsur Berdasarkan
Sistem Periodik Modern
Sistem
periodik Mendeleyev dikemukakan sebelum penemuan teori struktur atom, yaitu
partikel-partikel penyusun atom. Partikel penyusun inti atom yaitu proton dan
neutron, sedangkan elektron mengitari inti atom. Setelah partikel-partikel
penyusun atom ditemukan, ternyata ada beberapa unsur yang mempunyai jumlah
partikel proton atau elektron sama, tetapi jumlah neutron berbeda. Unsur
tersebut dikenal sebagai isotop. Jadi, terdapat atom yang mempunyai jumlah
proton dan sifat kimia sama, tetapi massanya berbeda karena massa proton dan
neutron menentukan massa atom.
Dengan
demikian, sifat kimia tidak ditentukan oleh massa atom, tetapi ditentukan oleh
jumlah proton dalam atom tersebut. Jumlah proton digunakan sebagai nomor atom
unsur dan unsur- unsur disusun berdasarkan kenaikan nomor atom.
Ternyata,
kenaikan nomor atom cenderung diikuti dengan kenaikan massa atomnya.
Keperiodikan sifat fisika dan kimia unsur
disusun berdasarkan nomor atomnya. Pernyataan tersebut disimpulkan berdasarkan
hasil percobaan Henry Moseley pada tahun 1913. Sistem periodik
yang telah dikemukakan berdasarkan percobaan Henry Moseley merupakan sistem
periodik modern dan masih digunakan hingga sekarang.
Sistem
periodik unsur modern merupakan modifikasi dari sistem periodik Mendeleyev.
Perubahan dan penyempumaan dilakukan terhadap sistern periodik Mendeleyev
terutama setelah penemuan unsur-unsur gas mulia. Mendeleyev telah meletakan
dasar-dasar yang memungkinkan untuk perkembangan sistem periodik unsur.
5. Golongan dan Periode Unsur dalam
Tabel Sistem Periodik Unsur Modern
Unsur-unsur dalam tabel sistem periodik
modern disusun berdasarkan kenaikan nomor atom. Karena sistem periodik yang
disusun berbentuk panjang, maka tabel periodik yang sekarang ini disebut tabel
periodik panjang. Terkadang disebut pula tabel periodik modern, dikarenakan
disusun oleh konsep-konsep yang sudah modern.
Berbeda
dengan tabel periodik Mendeleyev, karena berbentuk pendek, maka sering disebut
sistem periodik pendek. Pada sistem periodik bentuk panjang, sifat unsurnya
merupakan fungsi periodik dari nomor atomnya. Hal ini berarti bahwa sifat unsur
tergantung dari nomor atomnya.
Pada tabel periodik bentuk panjang, juga
dikenal istilah periode dan golongan. Penyusunan unsur dengan arah mendatar ke
kanan disebut periode, sedangkan penyusunan unsur dengan arah ke
bawah disebut golongan. Tabel periodik bentuk panjang terdiri
atas 7 periode dan 8 golongan. Adapun tampilan
fisik tabel Sistem Periodik Modern, adalah sebagai berikut periode
dibedakan menjadi periode pendek dan periode panjang, sedangkan golongan
dibedakan menjadi golongan A (golongan utama) dan golongan B (golongan
transisi). Periode pendek mencakup periode 1 (terdiri dari 2 unsur), periode 2
(terdiri dari 8 unsur) dan periode 3 (terdiri dari 8 unsur). Sedangkan periode
panjang mencakup periode 4 sampai dengan periode 7.
a. Golongan
Golongan unsur pada sistem periodik unsur
modern disusun berdasarkan jumlah elektron valensi(elektron yang terletak
pada kulit terluar). Unsur dalam satu golongan mempunyai sifat yang
cenderung sama dan ditempatkan dalam arah vertikal (kolom).
Pada
sistem periodik unsur modern, golongan dibagi menjadi 18 berdasarkan aturan
IUPAC. Berdasarkan aturan Amerika, sistem periodik unsur modern dibagi dua
golongan yaitu golongan A dan B. Jadi, golongan unsur dari kiri ke kanan ialah
IA, IIA, 11113, IVB, VB, VIB, VIIB, VIIIB, IB, 1113, IIIA, IVA, VA, VIA, VIIA,
dan VIIIA. Umumnya, digunakan pembagian golongan menjadi A dan B.
Golongan
unsur pada sistem periodik unsur modern mempunyai nama khusus yaitu sebagai
berikut :
|
Golongan
|
Nama Khusus
|
Unsur-unsur
|
|
|
IA
|
1
|
Alkali
|
Li, Na, K, Rb, Cs, dan Fr
|
|
IIA
|
2
|
Alkali Tanah
|
Be, Mg, Ca, Sr, Ba, dan Ra
|
|
IIIA
|
13
|
Boron
|
B, Al, Ga, In, dan Tl
|
|
IVA
|
14
|
Karbon
|
C, Si, Ge, Sn, dan Pb
|
|
VA
|
15
|
Nitrogen
|
N, P, As, Sb, dan Bi
|
|
VIA
|
16
|
Oksigen
|
O, S, Se, Te, dan Po
|
|
VIIA
|
17
|
Halogen
|
F, Cl, Br, I, dan At
|
|
VIIIA
|
18
|
Gas Mulia
|
He, Ne, Ar, Kr, Xe, dan Rn
|
b. Periode
Periode unsur pada sistem periodik unsur
modem disusun dalam arah horisontal (baris) untuk
menunjukkan kelompok unsur yang mempunyai jumlah kulit sama.
Sistem
periodik bentuk panjang terdiri atas 7 periode sebagai berikut :
1)
Periode 1 = periode sangat pendek berisi 2 unsur, yaitu H dan He
2)
Periode 2 = periode pendek berisi 8 unsur
3)
Periode 3 = periode pendek berisi 8 unsur
4)
Periode 4 = periode panjang berisi 18 unsur
5)
Periode 5 = periode panjang berisi 18 unsur
6)
Periode 6 = periode sangat panjang berisi 32 unsur
7)
Periode 7 = periode yang unsur-unsurnya belum lengkap berisi 30 unsur
Pada
periode 6 termasuk periode sangat panjang, yaitu berisi 32 unsur.
Golongan
IIIB periode 6 berisi 14 unsur dengan sifat mirip yang dinamakan golongan
lantanida.
Begitu
juga golongan IIIB periode 7 berisi 14 unsur dengan sifat mirip dinamakan
golongan aktinida.
Unsur golongan aktinida dan lantanida
biasanya dituliskan terpisah di bawah. Golongan lantanida dan aktinida
disebut golongan transisi dalam.
6. Penetapan Golongan dan Periode
Golongan
dan periode dapat ditentukan dengan cara menuliskan konfigurasi elektron.
Konfigurasi elektron adalah penataan elektron dalarn atom yang ditentukan
berdasarkan jumlah elektron.
Pada
konfigurasi elektron, jumlah elektron valensi menunjukkan nomor golongan,
sedangkan jumlah kulit yang sudah terisi elektron (n terbesar) menunjukkan
periode.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar